Map Hit Counter
Saturday, March 16, 2013
Thursday, March 29, 2012
Biodata Edi Saputra, M.Ed
Data Pribadi:
Nama Lengkap :
EDI SAPUTRA, M.Ed
Tempat/Tanggal lahir : Lolo Kecil,
30 Juli 1980
Alamat : Jln Kemangisan Ilir Kelurahan Palmerah
Nomor Hp/E-mail : 081275782154/ edi.saputra3070@gmail.com
Nomor NPWP :
73.653.251.6-333.000
Nomor KTP :
1501013007800001
Riwayat
Pendidikan
Pendidikan Formal:
Pendidikan Formal:
1.
International Islamic
University Of Malaysia, Malaysia
2.
Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Kerinci,
Jambi, Indonesia
Jambi, Indonesia
3.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
Bangko
4.
Sekolah Menengah Umum
Tingkat Pertama (SMP)
Negeri Lolo Gedang, Jambi
Negeri Lolo Gedang, Jambi
5.
Sekolah Dasar (SD) Negeri No
52/ 111
Lolo Kecil, Jambi
Lolo Kecil, Jambi
Pengalaman Kerja:
1.
Sekretaris Pengurus Yayasan
Depati Parbo, Jambi 2014 -2015
2.
Ketua Badan Pengawas UPK
PNPM Kecamatan Bukit Kerman,
Jambi 2013- 2016
Jambi 2013- 2016
3.
Dosen STAIN Kerinci, Jambi 2012 - 2016
4.
Koordinator
AMIK Depati Parbo, Jambi 2012 -2013
5.
Dosen AMIK Depati Parbo,
Jambi 2011 -2014
6.
Pendamping
Lokal PNPM- Intergrasi Kec. Gunung Raya,
Jambi 2011 -2013
Jambi 2011 -2013
7.
Pendamping
Lokal PNPM- Intergrasi Kec. Gunung Raya,
Jambi 2011 -2011
Jambi 2011 -2011
Pengalaman Organisasi:
1.
Presiden
Badan Eksekutif Maahasiswa STAIN Kerinci,
Jambi 2001 -2002
Jambi 2001 -2002
2.
Ketua II Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia (PMII)
Cab. Kerinci 2001 -2002
Cab. Kerinci 2001 -2002
3.
Ketua
Suku Masyarakat Jambi Tergabung
dalam PERMAI,
Malaysia 2009 -2010
Malaysia 2009 -2010
4.
Sekretaris
Ikatan Mahasiswa Jambi (IMJ-M)
Malaysia, 2008 -2010
Malaysia, 2008 -2010
5.
Pengurus Pusat Majlis Pemuda Islam
Indonesia (MPII),
Jakarta 2016 - 2018
Jakarta 2016 - 2018
Pelatihan / Seminar / Dialog Ilmiah
yang pernah diikuti:
1. Peserta Seminar Nasional “ Peran
Ormas dalam pelembagaan
partisipasi politik masyarakat” 21 November 2016 di Jakarta
partisipasi politik masyarakat” 21 November 2016 di Jakarta
Pengalaman sebagai Panitia / Narasumber / Moderator:
1.
Moderator “Seminar dan Diskusi
Lintas Generasi”
2016 di Jakarta
2016 di Jakarta
2. Panitia
Pelaksana Seminar Nasional “
konsolidasi Demokrasi
Indonesia yang berkeadaban dalam perspektif Pemuda Islam”
27 Oktober 2016 di Jakarta
Indonesia yang berkeadaban dalam perspektif Pemuda Islam”
27 Oktober 2016 di Jakarta
3. Panitia Pelaksana dan Pembawa
Acara (Master of Ceremonies)
Dialog Kebangsaan “ Solusi Penuntasan Penodaan Al-Quran
secara Hukum dan untuk pemenuhan keadilan dan Keutuhan NKRI”
22 November 2016 di Jakarta
Dialog Kebangsaan “ Solusi Penuntasan Penodaan Al-Quran
secara Hukum dan untuk pemenuhan keadilan dan Keutuhan NKRI”
22 November 2016 di Jakarta
Thursday, August 5, 2010
PERJUANGAN DARI KAMPUS MUNGIL KE UNIVERSITAS INTERNATIONAL
International Islamic University Malaysia (IIUM) merupakan salah satu Universitas Islam yang bertaraf International. Universitas ini berdiri pada tahun 1983 oleh Negara-Negara yang bernaung dalam Organisasi konfrensi Islam (OKI). Kampus yang memiliki Mahasiswa dan Alumninya ratusan ribu dari berbagai Negara di Dunia. Mayoritas Mahasiswanya beragama Islam lebih 95% dan selebihnya beragama lain.
Berasal dari Kampus kecil dan bermodalkan semangat seorang mantan Aktivis Kampus Mungil. Kampus yang tidak begitu dikenal orang, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Kerinci, yang terletak jauh dari Ibu Kota Negara Indonesia (Jakarta), tepatnya berada paling ujung bagian barat Propinsi jambi. Setelah menamat S1 dari Kampus Mungil ini, saya memutus untuk melanjutkan pendidikan ke program Master (S2) dengan mendaftar ke 3 buah Kampus terkemuka.
Lamaran pertama, mendaftar ke program Master (S2) Pendidikan Islam ke sebuah Kampus Melayu, University Kebangsaan Malaysia (UKM) di Bangi, Malaysia. Dari lamaran ini, Saya tidak mendapat respon dari UKM malah di minta untuk mendaftar lagi. Dengan perasaan kecewa, Saya melupakan hasrat mengajukan kembali lamaran ke UKM, tetapi lebih memilih untuk memasukan Lamaran kedua ke program Master (S2) Educational Administration ke Sebuah Kampus biru Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM). Setelah beberapa hari berada di Malaysia , saya mencoba nasib terbang dan mendaftar program Master (S2) Kajian Timur Tengah di Univesitas terkemuka di Indonesia, Univesitas Indonesia (UI) di Salemba, Jakarta .
Alhandulillah, Ketika saya menunggu keputusan dari 2 Universitas terkemuka ini, saya menjalan kursus Komputer, Bahasa Inggris dan Arab di sebuah Lembaga Kursus. Kira-kira 3 bulan saya berada di Jakarta, Saya memperoleh informasi bahwa Saya telah di terima sebagai Mahasiswa pogram Master (S2) di UI dan IIUM. Informasi ini menimbulkan kebingungan di hati, karena harus memilih salah satu dari dua Universitas ternama ini.
Setelah berfikir panjang dengan mempertimbangkan anggaran, akhinya Saya memberanikan diri berjuang bersama teman-teman Mahasiswa yang berasal dari Kampus-Kampus terkenal Indonesia maupun Negara-Negara lain di Dunia untuk bergabung di IIUM dengan mereka.
Saya telah menghabiskan masa selama 5 tahun belajar di Kampus biru ini. Akhirnya pada 25 June 2010 penguji Dissertation saya megucapkan kata hikmat ‘your dissertation is very interesting, please give me one, I like it’ inilah hari yang paling indah dan yang ditunggu-tunggu oleh seorang insan yang kurang pintar (sederhana) seperti saya ini.
Penantian yang selama ini telah mengingatkan saya pada pendapat orang bijak yang selalu mengukapkan kata-kata indah ketika mereka menasihati yang lain dalam perjuangan ‘perjuangan memerlukan pengorbanan yang besar seperti mengorban waktu, materi, dan kesempatan’. Kata-kata ini juga mengingatkan saya begitu beratnya perjuangan telah saya tempuh untuk sampai pada tahap Gelar M.Ed dari salah satu Universitas modern ini.
Pertama, lamanya masa telah di investasikan untuk menuntut ilmu yang lebih baik. Saya telah menghabiskan 2 tahun berjuang untuk lulus di Centre for Language and Pre-University Academic Development (CELPAD) sebagai syarat utama bisa melanjutkan ke Porgram Master (S2) yang menjadi tujuan utama saya ke Malaysia, meskipun saya hampir menyerah dan putus asa karena lamanya berada di pusat bahasa ini. Saya telah menggunakan 1 tahun dan 6 bulan perjuangan dengan belajar keras untuk menyeslesaikan 10 program study Master (S2) yang sangat melelahkan baik segi mental, tekanan yang harus saya lului dan pernah mendapatkan surat peringatan terakhir (second probation) dari IIUM. Saya juga telah menyisihkan I tahun pejuangan menyelesaikan penelitian dan menulis Dissertation. Kadang-kadang membosankan harus berulang-alik memperbaiki Dissertation. Saya juga meluangkan 6 bulan istirahat kuliayah (study leave) menenangkan kepala seakan mau meledak beratnya pikiran yang ditanggung.
Kedua, menghabiskan banyak uang untuk memperoleh ilmu yang bemanfaat. Saya telah membelanjakan uang memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum dan keperluan yang menunjang study selama 5 tahun berjuang meskipun minimnya uang yang tersedia sehingga memerlukan kerja ekstra, harus kerja menutupi kekurangan yang dihadapai. Saya juga mengeluarkan uang untuk membiayai iuran selama 2 tahun untuk Celpad, 1 tahun dan 6 bulan untuk 10 program study Master (S2), dan 1 tahun untuk menyelesaikan penelitian dan menulis dissertation, saya menghadapai kendala yang berat dan tidak lupa, saya telah menggunakan uang untuk sewa bus dan rumah kontrakan selama lima tahun. Saya telah berusaha menghemat dana yang ada agar bisa sampai juga ketempat belajar.
Ketiga, mengabaikan kesempatan emas untuk mencari ilmu dunia dan akhirat. Saya telah melupakan kesempatan untuk mengikuti Tes Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi menimba ilmu selama 5 tahun berjuang, meskipun saya mempunyai kesempatan untuk di terima sebagai PNS cerah. Saya telah mengenepikan kesempatan kerja yang ditawarkan dari berbagai Institusi dan perusahaan demi menimba ilmu selama 5 tahun berjuang, walaupun saya ada peluang untuk menjadi bos besar bermobil mewah di hadapan mata. Saya telah menjauhi kesempatan menjadi Tokoh politik Daerah demi menimba ilmu untuk 5 tahun berjuang, meskipun ada peluang emas untuk duduk sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terbuka lebar. Saya telah menunda kesempatan berumah tangga dengan Gadis cantik yang ku cintai 5 tahun lalu, demi menimba ilmu, walaupun sekarang saya harus menerima kenyataan agak pedih dia sudah menjadi milik orang lain. Dan sekarang menghadapai kesulitan mencari pegantinya sepertinya.
Yang pasti semua pengorbanan ini saya lakukan demi perjuangan yang suci dan tidak ada penyesalan. Saya berjuang untuk meraih gelar Akademik yang lebih tinggi di International Islamic University Malaysia, Gelar ini akan menyokong cita-cita saya kedepan. Dan akhirnya, saya berdo’a semoga Allah SWT selalu melinduingi saya agar tidak menjadi orang yang zalim kepada yang lain dan tehindar dari orang yang suka merugikan oang lain. Amin……..
Selangor 30 juni 2010
Thank you,
Edi Saputra
Wednesday, March 11, 2009
Untuk Kerinci 2019 -2024

Terbaginya kerinci menjadi 2 Daerah membuat kabuapaten Kerinci menjadi 2 wilayah Kabupaten dan Kota Sungai Penuh. Kabupaten dan Kotamadya mengalami kesusahan dalam mencari sumber keuangan untuk membiayai aparatur pemeritahan dan lain-lain. Mengingat kesulitan itu saya berminat untuk maju dalam bursa perebutan kursi Bupati Kerinci Propinsi Jambi yang akan datang, yang mungkin akan dilaksanakan sekitar tahun 2017 bulan Juni untuk memilih Bupati sebagai penyambung lidah rakyat dan Pengelola Pemerintahan Kerinci.
Oleh karena itu, dengan pertimbangan yang objektif dan dewasa, dalam usia yang relatif muda serta sudah mencapai usia 36 tahun, artinya sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai Calon Bupati Kerinci Propinsi Jambi. Lagi pula, secara pendidikan sudah menyandang Pendidikan S2 dari International Islamic University Malaysia dengan gelar ademik Master Of Education (M.Ed ) yang membantu kinerja saya kedepan.
Potensi untuk mengangkat Kabupaten Kerinci setanding dengan kabupaten dan Kota lain yang ada di Indonesia. Banyak alasan bisa berbuat demikian dengan melihat potensi yang ada di Kabupaten Kerinci. Seandainya tercapai merebut kursi Bupati Kerinci propinsi Insyaallah akan mengabdi untuk Rakyat, bukan untuk memperkayakan diri dan keluarga melainkan untuk kemakmuran rakyat yang haus dengan kemakmuran.
Di awal menjalankan tugas sebagai Bupati nanti, akan mempublikasi semua aset dan apa-apa yang ada serta memberikan semua masyarakat menilainya. Sebagai konsekuensi dari semua apa yang disampaikan ini, siap dan akan mundur jika terbukti bersalah dan tidak bisa berbuat yang terbaik untuk Kerinci.
Subscribe to:
Posts (Atom)

